Trearn | Ini Bukti Orang Amerika Hanya Doyan Makanan Cepat Saji, Bukan Makanan Sehat

Ini Bukti Orang Amerika Hanya Doyan Makanan Cepat Saji, Bukan Makanan Sehat


Dari survei yang dilakukan secara acak oleh Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Health Statictics (NCHS), diketahui bahwa hampir 40 persen orang Amerika doyan mengonsumsi makanan cepat saji, nyaris setiap hari. Pantauan ini dilakukan selama tiga tahun, dari 2013 sampai 2016. Bila dirunut berdasarkan usia, sebanyak 45 persen orang Amerika berumur 20 sampai 39 tahun mengonsumsi makanan cepat saji selama satu hari terakhir. Sementara itu, orang-orang yang memasuki kepala 4 dan nyaris kepala 6, dilaporkan sebesar 38 persen. Seperti dikutip dari Time pada Senin, 8 Oktober 2018, NCHS juga melaporkan, 42 persen orang dewasa kulit hitam, 38 persen orang kulit putih, 35,5 persen hispanik, dan 31 persen orang dewasa Asia suka menyantap makanan yang cenderung tinggi lemak dan natrium, tanpa menawarkan banyak nilai gizi ini. Bahkan, lansia yang semestinya harus memperbanyak asupan serat, karbohidrat kompleks, dan protein dengan sedikit kandungan lemak, diketahui sebanyak 24 persen masih makan makanan cepat saji. Konsumsi makanan cepat saji ternyata berkaitan dengan pendapatan. Empat puluh dua persen dari orang dewasa berpenghasilan tinggi (di atas 350 persen dari tingkatkemiskinan federal), konsumsi makanan cepat pada hari tertentu. Sementara itu, hampir 32 persen orang Amerika yang berpendapatan sekitar 130 persen dari tingkat kemiskinan federal lebih banyak konsumsi makanan cepat saji. Angka-angka baru ini menunjukkan kebiasaan diet orang Amerika. Ada juga pengaruh dari industri kesehatan meledak. Banyak orang Amerika mengatakan, mereka menghindari makan hal-hal seperti gula, garam dan lemak berlebih. Tetapi pada saat yang sama, data federal baru-baru ini menemukan bahwa 90 persen orang dewasa tidak cukup makan buah dan sayuran. Yang terjadi tingkat obesitas terus meningkat. Popularitas makanan cepat saji dan olahan menunjukkan, orang Amerika tidak selalu melanjutkan konsisten niat mereka untuk makan lebih sehat.




187 | 2018-10-09 | Health | Indonesia | Click for source

Write by Pernando